Jumat, 09 Juli 2010

dua wajah, dua hati

Dua wajah, dua hati


Awalnya, baik berwibawa bijaksana berbudi-luhur berperangai-agung

Akhirnya, acuh egois kotor busuk melacur amoral berkrama-rendah

Di detik pertama jumpa semuanya serba sempurna tak ada kelalaian sedikitpun. Beda!!! beda dari yang lain, beda dari yg sudah-sudah, beda yang telah pernah ada, membuat khalayak yg menatapnya menjadi iri separuh bangga.

Detik pertama tak selamanya tetap di detik pertama pasti akan berlajut ke detik kedua, ketiga, keempat, dst. Begitupula dengan perangainya selalu berjalan dan terus berjalan ke sebuah lembah kenaifan.

Sebuah sifat yang banyak orang sangkal adalah sebuah sifat dari seorang manusia setengah dewa yg hampir tak luput dari dosa dunia tapi kini semakin jelas terungkap, semuanya jelas terbuka bagai seorang anak kecil yg keluar dari peraduan selimutnya yg hangat.

Sekian menit, jam, hari semakin memburu demikian pula kenaifanya yg semakin menjadi. Watak seorang iblis pun mulai terungkap sedikit demi sedikit. Dia rela melacurkan dirinya, merendahkan harga tubuhnya hanya untuk mengikuti keinginan ‘malam’ itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar