Mollamolajinggo,
Apa itu kerikil?????????????
Kerikil adalah serpihan kecil-kecil dari pengikisan suatu material padat seperti batuan.
Banyak falsafah atau kata-kata mutiara yang menyebutkan bahwa ‘anggaplah masalah yang kita punya atau hadapi hanyalah sebuah kerikil kecil dimana kita hanya dg menendang sedikit saja dan kerikil itupun hilang’ dari kutipan di atas itu, berarti masalah yang kita hadapi anggalap hanya sbg kerikil yg sangat kecil dan dimana dg sedikit sentuhan kaki kerikil itu dapat menjauh.
Banyak orang yg setuju dg kutipan diatas dan menjadikanya sbg acuan dalam menghadapi masalah di hidupnya.
Akan tetapi bagaimana bila kerikil yg di anggap orang-orang itu adalah ‘masalah’ dalam hidupnya saja akan tetapi di suatu keadaan tersendiri orang-orang menganggap kerikil itu adalah ‘kita’????!!!
Kita di anggap sebagai kerikil, kita dianggap hanya seonggok benda yg tak punya nilai. Mudah di campakan, mudah di hiraukan bahkan mudah di buang.
Di anggap sebagai sesuatu yg tidak mempunyai arti itu tidak enak bahkan sangat menyesakan. Kita tidak lebih seperti benalu bahkan benalu lebih beruntung daripada kita, karena ia selalu di perhatikan (di potong atau di hilangkan) oleh si pemilik tanaman karna dapat menggangu pertumbuhan tanamanya. Tapi apakah kerikil di perhatikan??! Tidakkkkkkk, sama sekali tidak akan di perhatikan bahkan kerikil di dunia sehari-hari hanya di analogikan sebagai masalah.
“Kita sama dengan kerikil sama dengan masalah sama saja” Mungkin ini suatu kesimpulanya. Kita tidak dianggap oleh orang lain atau sekalipun dianggap kita hanya sebuah masalah. Pilih yang mana??? Tidak dianggap sama sekali atau dianggap tetapi hanya sebagai masalah……
-------------------------------------------------------------------------------------
Saya tidak tahu, apa orang yg memiliki nasib sebagai kerikil di dunia ini banyak atau tidak tetapi yg saya percayai adalah orang yg bernasib kerikil di dunia ini ada!!!
Kita selalu berusaha mengubah pandangan orang terhadap kita agar tidak begitu (menganggap sbg kerikil) tetapi itu bukan hal yg mudah itu sulit, butuh perjuangan yg besar.
Mengubah paradigma banyak orang terhadap apa yg di fikirkanya itu tidak semudah mengambil mangga di atas pohon walaupun kita tahu mengambil mangga di atas pohon adalah hal yg sulit setidaknya membutuhkan suatu proses yg lebih.
Ada orang yg bijaksana, yang mengubah pemikiranya terhadap seseorang yg dulunya mereka berfikir bahwa dia(si kerikil) hanyalah sebuah kerikil tetapi setelah dia melihat pengorbanan, proses yg panjang yang dia dilakukan serta tekat yg besar untuk mengubah diri, mereka menghapus seluruh pemikiranya, seluruh pandanganya, seluruh memory-memory tentangnya terhadap dia(so kerikil) dan mereka menganggapnya sebagai sebuah batu besar yg keras.
Namun apabila kita sudah melakukan semampunya yang kita bisa hingga urat nadi pun yg kita miliki ikut bertindak tetapi mereka menolak, mereka menutup kuping, mereka menutup mata dan mereka menutup seluruh hati, jiwa dan pikiranya terhadap apa yg kita telah lakukan untuk mengubah pemikiranya, maka mereka adalah orang yg sangat angkuh.
Kita sudah berusaha sekeras hati, sudah memohon sekuat jiwa untuk mengubah pemikiranya bahwa kita bukan kerikil, kita bukan sesuatu yg tak punya arti, kita ada!!!
Terkadang, bahkan kita telah memohon dan mengiba serendah-rendahnya di hadapan mereka tetapi …….. mereka pergi berlalu dan hanya menganggapnya sebuah angin belaka.
THANKS :)
